DPR yang masih ragu dalam pengambilan keputusan menaikkan tarif listrik 10%. Ini di karenakan bentroknya pemerintah dengan masyarakat. Pemerintah yang ingin tarif di naikkan, dan masyarakatnyanya yang tidak setuju. Mungkin bagi pemerintah memaksa ingin menaikkan tarif 10% hanya hal biasa saja, tetapi bagi masyarakat apalagi yang tidak mampu ini adalah hal yg berat. Akibatnya pihak DPR pun belum mengambil keputusan apapun untuk menaikkan atau tidak
pengambilan keputusan ada level manajementnya, yakni:
1) Keputusan Strategis: yaitu keputusan yang dibuat oleh manajemen puncak dari suatu organisasi.
2) Keputusan Taktis: keputusan yang diambil oleh manajement menengah.
3) Keputusan Operasional: keputusan yang dibuat oleh manajemen bawah.
Dan ada 4 metode proses pengambilan keputusan dalam organisasi, yaitu :
1) Authority rule without discussion. (kewenangan tanpa diskusi)
Pada pengambilan keputusan ini tidaklah tanpa diskusi lagi dengan para anggotanya, namun seorang pemimpin mengambil jalan keluarnya sendiri.
2) Expert Opinion. (pendapat ahli)
Metode ini akan bekerja dengan baik, apabila seorang anggota yang dianggap ahli memang benar-benar tidak diragukan lagi kemampuannya dalam hal tertentu oleh anggota organisasi itu.
3) Authority Rule After Discussion. (Kewenangan setelah diskusi)
Metode ini akan meningkatkan kualitas dan tanggung jawab para anggotanya,maksudnya pendapat dari anggota sangat diperhatikan dalam proses pembuatan keputusan, namun perilaku pemimpin dan kelompok masih berpengaruh.
4) Consensus. (Kesepekatan)
Partisipasi penuh dari seluruh anggota akan dapat meningkatkan kualitas keputusan yang diambil, seperti tanggung jawab para anggota dalam mendukung keputusan tersebut.
Dalam hal ini maka DPR menggunakan keputusan strategis dan berdasarkan metode pengambilan keputusan yang diambil adalah berdasarkan kewenangan setelah diskusi dan kesepakatan. Agar keputusan yang diambil tidak merugikan salah satu pihak atau hanya menguntungkan salah satu pihak, maka diperlukan musyawarah dalam pengambilan keputusan yang sangat berpengaruh bagi kelangsungan perekonomian di Indonesia.
Referensi: http://briliyan-iyannews.blogspot.co.id/2012/10/proses-pengambilan-keputusan.html
Showing posts with label Pendapat. Show all posts
Showing posts with label Pendapat. Show all posts
Friday, 25 December 2015
Friday, 11 December 2015
Pendapat Mengenai "Peran Komunikasi dalam Organisasi"
Dalam postingan kali ini, saya akan menguraikan pendapat pribadi mengenai "Peran Komunikasi dalam Organisasi".
Tentu saja dalam berogranisasi, pasti akan terjadi komunikasi antar individu dalam organisasi/kelompok maupun komunikasi antar organisasi. Komunikasi yang terjadi bisa berupa menyampaikan informasi yang berguna bagi individu atau organisasi, mengemukakan pendapat mengenai tujuan organisasi, penyusunan struktur organisasi, dan memilih atau menunjuk seseorang untuk dijadikan pemimpin dalam organisasi. Dalam komunikasi, terdapat unsur-unsur yang mendukung terjadinya komunikasi.
Komunikasi terjadi bila ada sumber untuk dijadikan bahan pembicaraan dan pertimbangan yang datangnya bisa dari individu atau dari kelompok. Biasanya sumber ini disebut sebagai komunikator atau si pemberi informasi. Komunikator akan menyampaikan pesan yang berisi informasi yang berguna bagi organisasi. Penerima informasi (komunikan) merupakan elemen terpenting dalam proses komunikasi, tanpa adanya komunikan maka tidak akan terjadi komunikasi. Media penyampaian yang paling dominan dalam berkomunikasi adalah pancaindra manusia yaitu mata dan telinga (tatap muka secara langsung). Namun di dengan semakin majunya teknologi, proses komunikasi bisa dilakukan dengan melalui telpon, pesan atau surat elektronik. Setelah informasi disampaikan kepada komunikan, maka organisasi akan mempertimbangkan pengaruh atau efek dari informasi tersebut terhadap organisasi itu sendiri.
Komunikasi dalam organisasi sangat penting karena akan mempengaruhi kinerja individu dalam organisasi tersebut untuk mencapai tujuan. Semakin baik komunikasi yang terjalin, maka organisasi akan semakin mudah individu-individu dalam organisasi untuk menjalankan instruksi-instruksi dan memperkuat jaringan dalam organisasi tersebut. Jika komunikasi tidak berjalan dengan baik, maka akan terjadi miscommunication yang mengakibatkan kesalahan interpretasi dari informasi yang didapat dan menyebabkkan tidak tercapainya tujuan yang diinginkan.
Tentu saja dalam berogranisasi, pasti akan terjadi komunikasi antar individu dalam organisasi/kelompok maupun komunikasi antar organisasi. Komunikasi yang terjadi bisa berupa menyampaikan informasi yang berguna bagi individu atau organisasi, mengemukakan pendapat mengenai tujuan organisasi, penyusunan struktur organisasi, dan memilih atau menunjuk seseorang untuk dijadikan pemimpin dalam organisasi. Dalam komunikasi, terdapat unsur-unsur yang mendukung terjadinya komunikasi.
Komunikasi terjadi bila ada sumber untuk dijadikan bahan pembicaraan dan pertimbangan yang datangnya bisa dari individu atau dari kelompok. Biasanya sumber ini disebut sebagai komunikator atau si pemberi informasi. Komunikator akan menyampaikan pesan yang berisi informasi yang berguna bagi organisasi. Penerima informasi (komunikan) merupakan elemen terpenting dalam proses komunikasi, tanpa adanya komunikan maka tidak akan terjadi komunikasi. Media penyampaian yang paling dominan dalam berkomunikasi adalah pancaindra manusia yaitu mata dan telinga (tatap muka secara langsung). Namun di dengan semakin majunya teknologi, proses komunikasi bisa dilakukan dengan melalui telpon, pesan atau surat elektronik. Setelah informasi disampaikan kepada komunikan, maka organisasi akan mempertimbangkan pengaruh atau efek dari informasi tersebut terhadap organisasi itu sendiri.
Komunikasi dalam organisasi sangat penting karena akan mempengaruhi kinerja individu dalam organisasi tersebut untuk mencapai tujuan. Semakin baik komunikasi yang terjalin, maka organisasi akan semakin mudah individu-individu dalam organisasi untuk menjalankan instruksi-instruksi dan memperkuat jaringan dalam organisasi tersebut. Jika komunikasi tidak berjalan dengan baik, maka akan terjadi miscommunication yang mengakibatkan kesalahan interpretasi dari informasi yang didapat dan menyebabkkan tidak tercapainya tujuan yang diinginkan.
Subscribe to:
Posts (Atom)